Transformasi digital tidak selalu harus dimulai dari kementerian atau lembaga pusat. Di tingkat kecamatan, perubahan juga bisa dimulai dari kebutuhan pelayanan sehari hari yang lebih cepat, rapi, dan mudah diakses masyarakat.
Melalui kolaborasi antara Diskominfo Kabupaten Bogor dan BINAR, ASN Kecamatan Kabupaten Bogor mengikuti Workshop Software Development selama 3 hari atau 24 jam pembelajaran intensif. Program ini dirancang untuk membantu ASN memahami cara kerja pengembangan layanan digital secara lebih praktis dan aplikatif.
Peserta tidak hanya mempelajari konsep dasar pengembangan produk digital, tetapi juga langsung mencoba membangun prototype aplikasi layanan publik. Mulai dari menyusun kebutuhan layanan, mengelola data, hingga menjalankan aplikasi yang dapat diuji secara langsung.
Program ini juga menjadi contoh bagaimana pelatihan corporate training berbasis praktik dapat diterapkan untuk mendukung transformasi digital di sektor pemerintahan.
Sebagian besar proses pelayanan di tingkat kecamatan masih bergantung pada dokumen fisik dan pencatatan manual. Kondisi ini membuat proses administrasi memakan waktu lebih lama, data sulit ditelusuri, dan respons terhadap kebutuhan masyarakat menjadi kurang optimal.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang lebih cepat terus meningkat sehingga instansi perlu mulai mempertimbangkan penggunaan sistem digital yang lebih terintegrasi.
Banyak peserta belum memiliki pengalaman di bidang coding maupun software development. Akibatnya, digitalisasi sering dipandang sebagai proses yang rumit dan membutuhkan kemampuan teknis khusus.
Melalui pendekatan belajar yang lebih praktis, peserta mulai memahami bahwa pengembangan solusi digital dapat dipelajari secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan publik.
Tidak sedikit program pelatihan yang hanya berfokus pada sosialisasi atau pengenalan konsep. Padahal, instansi membutuhkan pendekatan yang lebih praktis agar peserta dapat langsung memahami penerapannya dalam pekerjaan sehari hari.
Karena itu, metode pembelajaran berbasis proyek menjadi penting agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung hasil implementasinya.
BINAR Capacity Building merancang workshop berbasis praktik agar peserta dapat belajar melalui simulasi dan pengerjaan proyek secara langsung.
Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pelatihan digital untuk ASN yang lebih aplikatif dan relevan dengan tantangan kerja di lapangan.
Peserta mulai menyusun Product Requirement Document (PRD) sederhana untuk memetakan kebutuhan masyarakat, alur pelayanan, dan kendala yang sering ditemui di lapangan. Pada tahap ini, ASN diajak melihat pelayanan dari sudut pandang pengguna layanan.
Peserta mempelajari cara membuat formulir digital yang terhubung dengan database sehingga proses input dan pengelolaan data dapat dilakukan lebih terstruktur.
Pendekatan ini membantu ASN memahami bahwa digitalisasi dapat dimulai dari tools yang sederhana namun relevan dengan kebutuhan kerja.
Peserta mencoba mengembangkan fitur notifikasi otomatis dan menjalankan aplikasi yang telah dibuat agar dapat diuji secara langsung.
Proses ini membantu peserta memahami alur pengembangan layanan digital secara end to end, dari perencanaan hingga implementasi.
Seluruh peserta berhasil menghasilkan prototype aplikasi digital versi awal yang dapat digunakan sebagai simulasi layanan publik. Peserta juga mulai merasakan perbedaan proses kerja antara sistem manual dan sistem digital, terutama dalam pengelolaan data dan kecepatan akses informasi.
Selain itu, workshop ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital ASN dapat dilakukan melalui pendekatan yang lebih praktis dan kontekstual. Dengan metode pembelajaran berbasis proyek, peserta menjadi lebih percaya diri untuk mencoba solusi digital meskipun tidak memiliki latar belakang IT.
Program ini juga memperlihatkan bahwa transformasi digital di pemerintahan daerah dapat dimulai dari langkah langkah sederhana yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari hari.
Bagi institusi yang ingin mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan kerja, pendekatan learning journey berbasis praktik dapat membantu peserta belajar secara lebih terstruktur dan mudah diterapkan.
Ingin menghadirkan program pengembangan digital untuk instansi Anda?
BINAR Capacity Building membantu perusahaan dan institusi merancang pelatihan berbasis praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan kesiapan peserta. Pelajari juga berbagai program capacity building untuk mendukung pengembangan skill digital di lingkungan kerja.
dipercaya oleh +1.000 klien yang puas dan terkesan