Di industri energi yang sedang mengalami percepatan digital terbesar dalam sejarahnya, PLN Icon+ tidak lagi hanya bicara soal jaringan listrik dan infrastruktur data. Mereka bicara tentang transformasi manusia di balik sistemnya.
Bersama BINAR Capacity Building, PLN Icon+ menghadirkan program Design Thinking Master: A.R.T & Product Ideation; sebuah pelatihan karyawan yang mengintegrasikan Design Thinking ke dalam sistem kerja Agile Release Train (ART). Tujuannya membuat setiap inovasi lahir dari empati, bukan sekedar asumsi.
Sebagai unit digital PLN, Icon+ mengelola ratusan inisiatif teknologi — mulai dari aplikasi pelanggan, sistem jaringan, hingga AI-based analytics. Namun, tanpa fondasi berpikir desain yang terstruktur, banyak ide berhenti di level konsep, bukan solusi yang bisa diimplementasikan.
Metode Agile Release Train (ART) sudah berjalan baik, tetapi problem discovery dan user validation belum sepenuhnya melekat di setiap siklus PI (Program Increment). Hasilnya, backlog kadang tidak mencerminkan real customer pain points.
Tim terbiasa berpikir cepat menyelesaikan sprint, tapi belum terbiasa berhenti sejenak untuk bertanya: “A ah ini benar-benar memecahkan masalah pengguna?”
BINAR membantu PLN Icon+ membalik paradigma ini melalui Design Thinking Master Program.
Program ini dirancang untuk menyatukan kecepatan Agile dengan empati Design Thinking. Melalui tiga sesi intensif berdurasi 3 jam, peserta belajar bukan hanya “bagaimana berinovasi,” tetapi “bagaimana berpikir sebelum berinovasi.”
Peserta diajak menggali kembali akar persoalan proyek mereka melalui empathy mapping dan How Might We statements. Mereka belajar mendengarkan data dan pengguna dengan cara baru: bukan sekadar mengidentifikasi kebutuhan, tapi memahami konteks manusia di baliknya.
BINAR memandu peserta membuat Personal Design Thinking Playbook, berisi panduan langkah demi langkah dalam mendefinisikan masalah dan menyaring insight yang relevan.
Output: Empathy Map & Problem Definition Framework.
Setelah memahami masalah, peserta masuk ke tahap eksplorasi solusi. Melalui teknik Crazy 8s dan rapid sketching, mereka belajar bahwa inovasi tidak lahir dari ide tunggal, tapi dari keberanian menghasilkan banyak kemungkinan. BINAR memperkenalkan prinsip divergent vs convergent thinking, membantu tim menyeimbangkan kreativitas dengan realitas bisnis.
Hasilnya: Prototype Draft dan Feedback Loop Checklist yang bisa digunakan untuk evaluasi antar tim dalam ART cycle berikutnya.
Di sesi terakhir, peserta belajar menghubungkan hasil inovasi dengan kerangka Program Increment (PI). BINAR memperkenalkan tools seperti Risk ROAMing Matrix (Resolve, Own, Accept, Mitigate) dan Dependency Map untuk memastikan ide yang dihasilkan bisa diimplementasikan secara lintas fungsi.
Selain itu, peserta menyusun A.R.T Personal Playbook berisi panduan sinkronisasi sprint, ritual refleksi, dan template inspect & adapt untuk menjaga keberlanjutan inovasi.
“Kami tidak ingin Design Thinking berhenti di workshop, tapi menjadi bagian dari cara kerja PLN Icon+ setiap hari.” — Facilitator BINAR for Business
Program ini menghasilkan kombinasi unik antara strategic thinking dan practical agility:
PLN Icon+ kini tidak hanya bergerak cepat, tapi juga bergerak dengan arah yang lebih jelas. Melalui integrasi Design Thinking dan A.R.T, organisasi mampu:
Program ini juga membantu PLN Icon+ memperbarui ritual refleksi Agile, mengganti rutinitas “inspect & adapt” menjadi “empathize & evolve.”
Melalui Corporate Training – Design Thinking Master Program, PLN Icon+ membuktikan bahwa percepatan inovasi tidak cukup hanya dengan metode Agile, tetapi perlu disertai cara berpikir desain yang berpusat pada manusia.
Ketika empati bertemu struktur, hasilnya bukan sekadar proyek sukses, tapi transformasi budaya kerja.
Siap membantu tim Anda membangun design culture untuk inovasi yang berkelanjutan?
Konsultasi gratis bersama representatif BINAR Capacity Building
dipercaya oleh +1.000 klien yang puas dan terkesan