Program Corporate Training: Bagaimana Memanfaatkan AI untuk Marketing? - BINAR X JP BULOG

Modified date:
10 Jul 2026
Published date:
10 Jul 2026

78,0 → 80,9

Skor pre/post test (+2,9)

100%

Kehadiran, 35 peserta

4,61/5,0

Kepuasan peserta

Service used
Capacity Building
Industry
Telekomunikasi
Company size
Challenge
Solution

Kalau perusahaan Anda sedang mempertimbangkan pelatihan AI untuk karyawan, kemungkinan besar pertanyaannya bukan lagi "perlu atau tidak". Pertanyaannya: mulai dari mana, materinya seperti apa, dan bagaimana memastikan hasilnya tidak berhenti di sertifikat.

Artikel ini menjawab lewat salah satu study case bagaimana  program AI training untuk perusahaan yang diikuti tim Marketing & Communication JPL Jasaprima Logistik, anak usaha BULOG.

Bagaimana Memanfaatkan AI untuk Team Marketing?

Tim marketing di hampir semua organisasi mengalami hal yang sama: kanal makin banyak, format konten makin beragam, tapi jumlah orang tidak bertambah. AI jelas terlihat sebagai jawaban dan biasanya perusahaan merespons dengan membeli lisensi tools.

Lalu tidak terjadi apa-apa. Hal ini, bukan karena timnya malas. Biasanya karena tiga hal sederhana:

1. belum ada yang menunjukkan cara pakai AI untuk pekerjaan mereka

2. belum ada standar menilai output AI yang layak pakai untuk brand, dan

3. belum ada alur kerja bersama, jadi AI berhenti sebagai eksperimen pribadi satu-dua orang.

Bagaimana Menyusun AI Training yang Berdampak?

Di sinilah banyak program pelatihan AI untuk perusahaan tersandung. Materi "pengenalan AI" yang sama diberikan ke semua klien, padahal tim finance, tim marketing, dan tim operasional punya pekerjaan yang sama sekali berbeda. Peserta pulang paham apa itu AI, tapi besok paginya tetap bekerja dengan cara lama. Karena tidak ada satu pun latihan yang terasa seperti pekerjaannya sendiri.

Kasus JPL BULOG menarik justru karena kebalikannya: programnya disusun setelah memahami situasi bisnisnya.

JPL sedang menghadapi tiga tantangan spesifik: (1) membangun identitas online yang kredibel, (2) menjaga pesan brand tetap konsisten di banyak cabang, dan (3) kapasitas produksi konten yang terbatas. Dari tiga tantangan itulah materi trainingnya dibentuk.

Bagaimana Solusi AI Training BINAR?

1. Materinya mengikuti pekerjaan peserta

Tiga sesi dalam dua hari (total 9 jam), semuanya di wilayah kerja tim Marcomm: prompting untuk kebutuhan marketing, optimasi konten social media, dan strategi digital marketing. Tools yang dipakai pun tools yang memang akan mereka pakai sehari-hari, ChatGPT, Gemini, Claude untuk teks dan strategi, Canva AI untuk visual.

2. Lebih banyak mengerjakan daripada mendengarkan

Peserta bermain roleplay sebagai klien dan tim social media, menyusun konten Instagram untuk brand JPL sendiri, membuat storyboard visual, sampai sprint membangun mini campaign dari ide sampai konten siap publish. Latihannya memakai brand sendiri, jadi hasil latihan bisa langsung dipakai setelah program selesai.

3. Diukur, supaya ada jawabannya saat ditanya manajemen

Sebelum mulai, peserta mengikuti pre-test. Materi selanjutnya akan disusun berdasarkan pemahaman yang dimiliki perserta. Lalu setelah program, post-test dengan instrumen yang sama.

Hasilnya

Angka yang paling jujur di sini sebenarnya kehadiran. Training internal biasanya menghadapi drop-off di sesi kedua atau ketiga, orang "izin meeting" kalau materinya terasa tidak berguna. Di program ini 35 peserta hadir penuh sampai selesai, dan 80% menilai workshopnya engaging dengan konsep baru yang relevan. Relevansi materi sendiri dinilai 4,66 dari 5.

Kalau Perusahaan Anda Sedang Menyusun Program Serupa

Dari cerita ini ada tiga hal yang layak dibawa ke diskusi internal Anda:

  • Mulai dari tantangan bisnis, bukan dari daftar materi. Materi yang baik adalah turunan dari masalah yang mau diselesaikan.
  • Minta pre-test sebelum kurikulum dikunci, level tim Anda menentukan dari mana program harus mulai.
  • Pastikan latihannya memakai pekerjaan tim sendiri, supaya hasil latihan langsung terpakai keesokan harinya.

Prinsip yang sama berlaku untuk fungsi apa pun marketing, operasional, HR, atau finance. Yang berubah hanya use case-nya. Itulah kenapa pendekatan AI Training Perusahaan yang Customized dimulai dari memahami kebutuhan bisnis dulu, baru menyusun materi.

Diskusikan kebutuhan AI Training Customized untuk tim Anda bersama BINAR.

FAQ

Apa bedanya pelatihan AI untuk perusahaan dengan kursus AI biasa?

Kursus AI mengajarkan konsep umum. Pelatihan AI untuk perusahaan yang efektif dirancang dari kebutuhan bisnis dan pekerjaan tim, di JPL BULOG, seluruh latihan memakai konten dan brand perusahaan sendiri.

Berapa lama program pelatihan AI untuk tim marketing?

Bervariasi sesuai kebutuhan. Program JPL BULOG berjalan 9 jam dalam 2 hari (3 sesi), cukup untuk membawa tim dari prompting sampai mampu membuat konten end-to-end.

Lihat Dampak Transformasi Digital dari BINAR

dipercaya oleh +1.000 klien yang puas dan terkesan

Pencapaian bank Mandiri dipengaruhi dengan jajaran saya yang secara aktif dapat mengimplementasikan strategi transformasi digital, sehingga salah satu upaya adalah memperkerjakan talenta digital.

Yenni Alemina
Dean of Digital Banking and IT Academy, Bank Mandiri
Mandiri

I am delighted to have such a durable strategic partnership with Binar to generate a comprehensive bootcamp program to prepare students from various backgrounds to become professional programmers.

Irliany
Program Associate - Glints
Glints

SYNRGY Academy and Binar Academy have developed a great partnership in our initiative to support Indonesia’s digital economy by creating world class IT Talents. Binar Academy is full of bright and talented people!

Adi Prasetyo
Senior Vice President - Bank Central Asia
BCA

Binar adalah wadah yang tepat untuk improve digital skill bagi perusahaan yang sedang bertransformasi, ekosistem pembelajarannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan dilengkapi dengan service yang cekatan, tepat dan fleksibel.

Aditya Darma Priatna
Project Manager Program Telkom Athon - Telkom Indonesia
Telkom

Kami mendapatkan knowledge yang luar biasa dalam mengembangkan produk digital, mulai dari design thinking hingga melakukan eksekusi yang terukur.

P. Lukito Effendi
Priority Account Executive - PT PLN (Persero)
PLN