Digital Insights • Tech Outsourcing
Publish date
January 31, 2026
Updated on
January 31, 2026

Apa Saja Tugas Back End Developer? Skill, Gaji & Peluang di Indonesia

Table of Content :

Back end developer memegang peran krusial dalam pengembangan aplikasi dan website. Jika tampilan antarmuka adalah bagian yang dilihat pengguna, maka back end adalah sistem yang memastikan seluruh proses di balik layar berjalan dengan benar. Mulai dari penyimpanan data, logika bisnis, keamanan, hingga integrasi dengan layanan lain, semuanya bergantung pada kualitas kerja seorang back end developer.

Di Indonesia, kebutuhan akan back end developer terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan startup, e commerce, fintech, healthtech, hingga sistem internal perusahaan skala besar. Banyak perusahaan tidak hanya mencari developer yang bisa menulis kode, tetapi juga memahami cara membangun sistem yang stabil, aman, dan siap berkembang.

Artikel ini membahas secara menyeluruh apa itu back end developer, tugas yang dijalankan dalam praktik kerja nyata, skill teknis dan non teknis yang wajib dikuasai, serta gambaran prospek karier di Indonesia.

Apa Itu Back End Developer?

Sumber : Unsplash

Back end developer adalah pengembang yang bertanggung jawab atas sisi server dari sebuah aplikasi atau website. Sisi ini tidak terlihat langsung oleh pengguna, namun justru menjadi fondasi utama agar sistem dapat berfungsi dengan baik.

Seorang back end developer bekerja dengan logika pemrograman, database, server, dan API. Ia memastikan data diproses dengan benar, permintaan dari pengguna ditangani secara efisien, serta aplikasi mampu berjalan stabil meskipun digunakan oleh ribuan hingga jutaan user secara bersamaan.

Dalam satu proyek, back end developer biasanya berkolaborasi erat dengan front end developer, UI UX designer, QA engineer, dan tim produk. Fokus utamanya adalah membangun sistem yang dapat diandalkan, mudah dikembangkan, dan aman dari berbagai risiko teknis.

Baca juga: Perbedaan Front End dan Back End Serta Cara Kerjanya

Tugas Back End Developer

mengenal apa tugas back end developer
Sumber : Unsplash

Tugas back end developer tidak sebatas menulis kode. Dalam praktiknya, peran ini mencakup banyak aspek teknis yang saling berkaitan. Berikut adalah tugas utama yang umum dijalankan oleh back end developer di Indonesia.

1. Merancang dan Mengelola Database

Database adalah tempat seluruh data aplikasi disimpan, mulai dari data pengguna, transaksi, hingga log aktivitas sistem. Back end developer bertugas merancang struktur database agar efisien, mudah diakses, dan aman.

Perancangan database mencakup pemilihan jenis database yang tepat, pembuatan tabel, relasi antar data, serta optimasi query agar sistem tetap cepat meskipun volume data terus bertambah. Kesalahan dalam desain database dapat berdampak langsung pada performa aplikasi.

Baca juga: Data Engineer: Peran, Tanggung Jawab, dan Skill Utama

2. Mengembangkan Logika Bisnis Aplikasi

Logika bisnis adalah aturan yang menentukan bagaimana aplikasi bekerja. Contohnya proses login, perhitungan diskon, validasi data, atau alur transaksi pembayaran.

Back end developer menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam logika pemrograman yang terstruktur. Di sinilah kemampuan analisis dan pemahaman proses bisnis sangat dibutuhkan, karena sistem harus berjalan sesuai kebutuhan pengguna dan tujuan perusahaan.

3. Membangun dan Mengelola API

API memungkinkan aplikasi saling berkomunikasi, baik dengan front end, aplikasi mobile, maupun layanan pihak ketiga seperti payment gateway dan sistem pengiriman.

Back end developer bertugas merancang API yang rapi, aman, dan mudah digunakan. API yang baik akan mempermudah pengembangan aplikasi di masa depan serta mengurangi potensi bug saat sistem berkembang.

4. Menjaga Keamanan Sistem

Keamanan merupakan tanggung jawab penting dalam pekerjaan back end developer. Data pengguna harus dilindungi dari kebocoran dan serangan siber.

Developer perlu menerapkan berbagai mekanisme keamanan seperti enkripsi data, autentikasi, otorisasi, serta proteksi terhadap serangan umum seperti SQL injection dan brute force. Sistem yang aman bukan hanya melindungi pengguna, tetapi juga menjaga reputasi perusahaan.

5. Melakukan Testing dan Debugging

Setiap fitur yang dibuat perlu diuji sebelum digunakan secara luas. Back end developer melakukan testing untuk memastikan kode berjalan sesuai harapan dan tidak menimbulkan error pada kondisi tertentu.

Selain itu, debugging menjadi bagian rutin ketika sistem mengalami masalah. Developer harus mampu melacak sumber error dan memperbaikinya tanpa mengganggu layanan yang sedang berjalan.

6. Optimasi Performa Aplikasi

Aplikasi yang lambat dapat menurunkan pengalaman pengguna dan berdampak langsung pada bisnis. Back end developer bertugas melakukan optimasi performa, baik dari sisi database, server, maupun kode program.

Optimasi ini meliputi pengelolaan caching, pengurangan beban server, serta peningkatan efisiensi pemrosesan data agar aplikasi tetap responsif.

7. Deployment dan Maintenance Sistem

Setelah aplikasi siap digunakan, back end developer terlibat dalam proses deployment ke server produksi. Tugas ini mencakup konfigurasi server, monitoring sistem, dan pemeliharaan rutin.

Maintenance dilakukan untuk memastikan aplikasi tetap stabil, aman, dan dapat mengikuti kebutuhan baru dari pengguna maupun bisnis.

Ringkasan Tugas Back End Developer

Sebelum melihat ringkasan dalam bentuk tabel, penting untuk memahami bahwa tugas back end developer saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Dalam satu aplikasi, satu keputusan teknis dapat memengaruhi performa, keamanan, hingga pengalaman pengguna secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, ringkasan tugas berikut dibuat untuk membantu pembaca memahami gambaran besar tanggung jawab back end developer dalam satu sistem terintegrasi.

Ringkasan tersebut memudahkan pemula maupun non teknis untuk melihat hubungan antara tugas, tools yang digunakan, dan dampaknya terhadap aplikasi. Dengan memahami peta tugas ini, pembaca dapat lebih mudah menentukan skill apa yang perlu dipelajari terlebih dahulu dan bagaimana peran back end developer berkontribusi langsung pada keberhasilan sebuah produk digital.

Skills yang Dibutuhkan Back End Developer

mengenal skill yang dibutuhkan back end developer
Sumber : Unsplash

Skill back end developer tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis kode, tetapi juga mencakup pemahaman sistem secara menyeluruh. Seorang back end developer yang baik mampu melihat aplikasi sebagai satu kesatuan, bukan sekadar kumpulan fitur. Ia memahami bagaimana data mengalir, bagaimana sistem bereaksi terhadap beban tinggi, serta bagaimana kesalahan kecil dapat berdampak besar jika tidak ditangani dengan tepat.

Di Indonesia, perusahaan semakin mencari back end developer yang tidak hanya menguasai satu teknologi, tetapi juga adaptif terhadap perubahan. Skill yang relevan hari ini bisa berkembang dalam waktu singkat, sehingga kemampuan belajar dan memahami konsep dasar menjadi sama pentingnya dengan penguasaan tools tertentu. 

Penjelasan skill di bawah ini disusun berdasarkan kebutuhan industri yang paling sering muncul dalam lowongan kerja back end developer di Indonesia.

1. Bahasa Pemrograman Back End

Beberapa bahasa pemrograman yang banyak digunakan di Indonesia antara lain Node.js, Python, dan Go. Bahasa ini dipilih karena performanya baik dan ekosistemnya luas.

Menguasai satu bahasa dengan kuat jauh lebih penting dibanding memahami banyak bahasa secara dangkal.

Baca juga: Bahasa Pemrograman Back End Developer yang Harus Dikuasai

2. Manajemen Database

Back end developer harus memahami cara mengelola database SQL maupun NoSQL. Mulai dari membuat struktur data, menulis query yang efisien, hingga menjaga konsistensi data dalam sistem berskala besar.

3. Framework Back End

Framework membantu developer bekerja lebih cepat dan terstruktur. Beberapa framework populer antara lain Express, Django, Laravel, dan Spring Boot. Framework memudahkan pengelolaan kode serta meningkatkan keamanan aplikasi.

4. Pemahaman Server dan Cloud

Pemahaman dasar tentang server dan layanan cloud menjadi nilai tambah besar. Developer perlu tahu bagaimana aplikasi dijalankan di server, bagaimana scaling dilakukan, serta bagaimana menangani lonjakan trafik.

5. Version Control

Penggunaan Git sudah menjadi standar kerja di industri teknologi. Dengan version control, developer dapat bekerja secara kolaboratif, melacak perubahan kode, dan menghindari konflik saat pengembangan.

6. Kemampuan Problem Solving

Selain skill teknis, back end developer harus mampu menganalisis masalah dan menemukan solusi yang efektif. Banyak tantangan tidak memiliki jawaban langsung, sehingga kemampuan berpikir logis sangat dibutuhkan.

Baca Juga : Cara Belajar Coding Yang Efektif Untuk Pemula

Gaji dan Prospek Back End Developer di Indonesia

Gaji back end developer di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya pengalaman kerja. Kompleksitas sistem yang ditangani, jenis industri, skala perusahaan, hingga kemampuan teknis tertentu seperti cloud atau sistem berskala besar turut menentukan nilai seorang back end developer di pasar kerja.

Selain gaji, prospek karier back end developer juga tergolong stabil. Banyak perusahaan membuka posisi ini secara berkelanjutan karena sistem digital selalu membutuhkan pengembangan dan pemeliharaan.

Back end developer juga memiliki peluang untuk berkembang ke peran lain seperti software architect, tech lead, hingga engineering manager, tergantung minat dan jalur karir yang dipilih.

Cara Memulai Karier sebagai Back End Developer

Memulai karier sebagai back end developer membutuhkan pendekatan yang terstruktur. Banyak pemula merasa bingung harus belajar dari mana karena banyaknya teknologi yang tersedia. Padahal, kunci utama adalah memahami fondasi terlebih dahulu sebelum berpindah ke tools yang lebih kompleks.

Pemula sebaiknya fokus membangun pemahaman tentang cara kerja server, alur data, dan logika pemrograman dasar. Setelah itu, barulah memperluas kemampuan ke framework, database lanjutan, dan integrasi sistem. Proses ini akan jauh lebih efektif jika disertai praktik langsung melalui proyek, baik proyek pribadi maupun simulasi studi kasus yang menyerupai kebutuhan industri di Indonesia.

Dengan pendekatan yang tepat, proses belajar back end developer tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Bagi pemula, langkah paling efektif adalah mempelajari dasar pemrograman, memahami database, lalu membangun proyek sederhana. Dari sana, tingkatkan kemampuan dengan mempelajari API, keamanan, dan optimasi sistem.

Mengikuti program pelatihan terstruktur seperti bootcamp juga dapat membantu mempercepat proses belajar karena materi disusun sesuai kebutuhan industri.

Belajar Back End Developer Bersama BINAR Tech Talent Solutions

Menjadi back end developer membutuhkan lebih dari sekadar memahami teori pemrograman. Kemampuan membangun sistem yang stabil, aman, dan relevan dengan kebutuhan industri hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran yang terarah dan praktik yang konsisten. Di Indonesia, tantangan terbesar bagi pemula bukan kurangnya materi belajar, melainkan bagaimana menyusun proses belajar agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Pendekatan pembelajaran berbasis praktik industri yang diterapkan oleh BINAR Tech Talent Solutions menunjukkan bagaimana proses belajar dapat diarahkan secara lebih realistis. Melalui studi kasus yang menyerupai kondisi kerja profesional, pembelajaran tidak berhenti pada konsep back end, tetapi juga mencakup pengelolaan server, database, API, dan keamanan sistem dalam satu alur yang utuh.

Dengan pemahaman yang tepat dan jalur belajar yang jelas, proses transisi dari tahap belajar ke dunia kerja sebagai back end developer dapat berjalan lebih efektif dan minim trial and error.

Back end developer memegang peran krusial dalam pengembangan aplikasi dan website. Jika tampilan antarmuka adalah bagian yang dilihat pengguna, maka back end adalah sistem yang memastikan seluruh proses di balik layar berjalan dengan benar. Mulai dari penyimpanan data, logika bisnis, keamanan, hingga integrasi dengan layanan lain, semuanya bergantung pada kualitas kerja seorang back end developer.

Di Indonesia, kebutuhan akan back end developer terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan startup, e commerce, fintech, healthtech, hingga sistem internal perusahaan skala besar. Banyak perusahaan tidak hanya mencari developer yang bisa menulis kode, tetapi juga memahami cara membangun sistem yang stabil, aman, dan siap berkembang.

Artikel ini membahas secara menyeluruh apa itu back end developer, tugas yang dijalankan dalam praktik kerja nyata, skill teknis dan non teknis yang wajib dikuasai, serta gambaran prospek karier di Indonesia.

Apa Itu Back End Developer?

Sumber : Unsplash

Back end developer adalah pengembang yang bertanggung jawab atas sisi server dari sebuah aplikasi atau website. Sisi ini tidak terlihat langsung oleh pengguna, namun justru menjadi fondasi utama agar sistem dapat berfungsi dengan baik.

Seorang back end developer bekerja dengan logika pemrograman, database, server, dan API. Ia memastikan data diproses dengan benar, permintaan dari pengguna ditangani secara efisien, serta aplikasi mampu berjalan stabil meskipun digunakan oleh ribuan hingga jutaan user secara bersamaan.

Dalam satu proyek, back end developer biasanya berkolaborasi erat dengan front end developer, UI UX designer, QA engineer, dan tim produk. Fokus utamanya adalah membangun sistem yang dapat diandalkan, mudah dikembangkan, dan aman dari berbagai risiko teknis.

Baca juga: Perbedaan Front End dan Back End Serta Cara Kerjanya

Tugas Back End Developer

mengenal apa tugas back end developer
Sumber : Unsplash

Tugas back end developer tidak sebatas menulis kode. Dalam praktiknya, peran ini mencakup banyak aspek teknis yang saling berkaitan. Berikut adalah tugas utama yang umum dijalankan oleh back end developer di Indonesia.

1. Merancang dan Mengelola Database

Database adalah tempat seluruh data aplikasi disimpan, mulai dari data pengguna, transaksi, hingga log aktivitas sistem. Back end developer bertugas merancang struktur database agar efisien, mudah diakses, dan aman.

Perancangan database mencakup pemilihan jenis database yang tepat, pembuatan tabel, relasi antar data, serta optimasi query agar sistem tetap cepat meskipun volume data terus bertambah. Kesalahan dalam desain database dapat berdampak langsung pada performa aplikasi.

Baca juga: Data Engineer: Peran, Tanggung Jawab, dan Skill Utama

2. Mengembangkan Logika Bisnis Aplikasi

Logika bisnis adalah aturan yang menentukan bagaimana aplikasi bekerja. Contohnya proses login, perhitungan diskon, validasi data, atau alur transaksi pembayaran.

Back end developer menerjemahkan kebutuhan bisnis ke dalam logika pemrograman yang terstruktur. Di sinilah kemampuan analisis dan pemahaman proses bisnis sangat dibutuhkan, karena sistem harus berjalan sesuai kebutuhan pengguna dan tujuan perusahaan.

3. Membangun dan Mengelola API

API memungkinkan aplikasi saling berkomunikasi, baik dengan front end, aplikasi mobile, maupun layanan pihak ketiga seperti payment gateway dan sistem pengiriman.

Back end developer bertugas merancang API yang rapi, aman, dan mudah digunakan. API yang baik akan mempermudah pengembangan aplikasi di masa depan serta mengurangi potensi bug saat sistem berkembang.

4. Menjaga Keamanan Sistem

Keamanan merupakan tanggung jawab penting dalam pekerjaan back end developer. Data pengguna harus dilindungi dari kebocoran dan serangan siber.

Developer perlu menerapkan berbagai mekanisme keamanan seperti enkripsi data, autentikasi, otorisasi, serta proteksi terhadap serangan umum seperti SQL injection dan brute force. Sistem yang aman bukan hanya melindungi pengguna, tetapi juga menjaga reputasi perusahaan.

5. Melakukan Testing dan Debugging

Setiap fitur yang dibuat perlu diuji sebelum digunakan secara luas. Back end developer melakukan testing untuk memastikan kode berjalan sesuai harapan dan tidak menimbulkan error pada kondisi tertentu.

Selain itu, debugging menjadi bagian rutin ketika sistem mengalami masalah. Developer harus mampu melacak sumber error dan memperbaikinya tanpa mengganggu layanan yang sedang berjalan.

6. Optimasi Performa Aplikasi

Aplikasi yang lambat dapat menurunkan pengalaman pengguna dan berdampak langsung pada bisnis. Back end developer bertugas melakukan optimasi performa, baik dari sisi database, server, maupun kode program.

Optimasi ini meliputi pengelolaan caching, pengurangan beban server, serta peningkatan efisiensi pemrosesan data agar aplikasi tetap responsif.

7. Deployment dan Maintenance Sistem

Setelah aplikasi siap digunakan, back end developer terlibat dalam proses deployment ke server produksi. Tugas ini mencakup konfigurasi server, monitoring sistem, dan pemeliharaan rutin.

Maintenance dilakukan untuk memastikan aplikasi tetap stabil, aman, dan dapat mengikuti kebutuhan baru dari pengguna maupun bisnis.

Ringkasan Tugas Back End Developer

Sebelum melihat ringkasan dalam bentuk tabel, penting untuk memahami bahwa tugas back end developer saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Dalam satu aplikasi, satu keputusan teknis dapat memengaruhi performa, keamanan, hingga pengalaman pengguna secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, ringkasan tugas berikut dibuat untuk membantu pembaca memahami gambaran besar tanggung jawab back end developer dalam satu sistem terintegrasi.

Ringkasan tersebut memudahkan pemula maupun non teknis untuk melihat hubungan antara tugas, tools yang digunakan, dan dampaknya terhadap aplikasi. Dengan memahami peta tugas ini, pembaca dapat lebih mudah menentukan skill apa yang perlu dipelajari terlebih dahulu dan bagaimana peran back end developer berkontribusi langsung pada keberhasilan sebuah produk digital.

Skills yang Dibutuhkan Back End Developer

mengenal skill yang dibutuhkan back end developer
Sumber : Unsplash

Skill back end developer tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis kode, tetapi juga mencakup pemahaman sistem secara menyeluruh. Seorang back end developer yang baik mampu melihat aplikasi sebagai satu kesatuan, bukan sekadar kumpulan fitur. Ia memahami bagaimana data mengalir, bagaimana sistem bereaksi terhadap beban tinggi, serta bagaimana kesalahan kecil dapat berdampak besar jika tidak ditangani dengan tepat.

Di Indonesia, perusahaan semakin mencari back end developer yang tidak hanya menguasai satu teknologi, tetapi juga adaptif terhadap perubahan. Skill yang relevan hari ini bisa berkembang dalam waktu singkat, sehingga kemampuan belajar dan memahami konsep dasar menjadi sama pentingnya dengan penguasaan tools tertentu. 

Penjelasan skill di bawah ini disusun berdasarkan kebutuhan industri yang paling sering muncul dalam lowongan kerja back end developer di Indonesia.

1. Bahasa Pemrograman Back End

Beberapa bahasa pemrograman yang banyak digunakan di Indonesia antara lain Node.js, Python, dan Go. Bahasa ini dipilih karena performanya baik dan ekosistemnya luas.

Menguasai satu bahasa dengan kuat jauh lebih penting dibanding memahami banyak bahasa secara dangkal.

Baca juga: Bahasa Pemrograman Back End Developer yang Harus Dikuasai

2. Manajemen Database

Back end developer harus memahami cara mengelola database SQL maupun NoSQL. Mulai dari membuat struktur data, menulis query yang efisien, hingga menjaga konsistensi data dalam sistem berskala besar.

3. Framework Back End

Framework membantu developer bekerja lebih cepat dan terstruktur. Beberapa framework populer antara lain Express, Django, Laravel, dan Spring Boot. Framework memudahkan pengelolaan kode serta meningkatkan keamanan aplikasi.

4. Pemahaman Server dan Cloud

Pemahaman dasar tentang server dan layanan cloud menjadi nilai tambah besar. Developer perlu tahu bagaimana aplikasi dijalankan di server, bagaimana scaling dilakukan, serta bagaimana menangani lonjakan trafik.

5. Version Control

Penggunaan Git sudah menjadi standar kerja di industri teknologi. Dengan version control, developer dapat bekerja secara kolaboratif, melacak perubahan kode, dan menghindari konflik saat pengembangan.

6. Kemampuan Problem Solving

Selain skill teknis, back end developer harus mampu menganalisis masalah dan menemukan solusi yang efektif. Banyak tantangan tidak memiliki jawaban langsung, sehingga kemampuan berpikir logis sangat dibutuhkan.

Baca Juga : Cara Belajar Coding Yang Efektif Untuk Pemula

Gaji dan Prospek Back End Developer di Indonesia

Gaji back end developer di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya pengalaman kerja. Kompleksitas sistem yang ditangani, jenis industri, skala perusahaan, hingga kemampuan teknis tertentu seperti cloud atau sistem berskala besar turut menentukan nilai seorang back end developer di pasar kerja.

Selain gaji, prospek karier back end developer juga tergolong stabil. Banyak perusahaan membuka posisi ini secara berkelanjutan karena sistem digital selalu membutuhkan pengembangan dan pemeliharaan.

Back end developer juga memiliki peluang untuk berkembang ke peran lain seperti software architect, tech lead, hingga engineering manager, tergantung minat dan jalur karir yang dipilih.

Cara Memulai Karier sebagai Back End Developer

Memulai karier sebagai back end developer membutuhkan pendekatan yang terstruktur. Banyak pemula merasa bingung harus belajar dari mana karena banyaknya teknologi yang tersedia. Padahal, kunci utama adalah memahami fondasi terlebih dahulu sebelum berpindah ke tools yang lebih kompleks.

Pemula sebaiknya fokus membangun pemahaman tentang cara kerja server, alur data, dan logika pemrograman dasar. Setelah itu, barulah memperluas kemampuan ke framework, database lanjutan, dan integrasi sistem. Proses ini akan jauh lebih efektif jika disertai praktik langsung melalui proyek, baik proyek pribadi maupun simulasi studi kasus yang menyerupai kebutuhan industri di Indonesia.

Dengan pendekatan yang tepat, proses belajar back end developer tidak hanya menjadi lebih cepat, tetapi juga lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Bagi pemula, langkah paling efektif adalah mempelajari dasar pemrograman, memahami database, lalu membangun proyek sederhana. Dari sana, tingkatkan kemampuan dengan mempelajari API, keamanan, dan optimasi sistem.

Mengikuti program pelatihan terstruktur seperti bootcamp juga dapat membantu mempercepat proses belajar karena materi disusun sesuai kebutuhan industri.

Belajar Back End Developer Bersama BINAR Tech Talent Solutions

Menjadi back end developer membutuhkan lebih dari sekadar memahami teori pemrograman. Kemampuan membangun sistem yang stabil, aman, dan relevan dengan kebutuhan industri hanya bisa diperoleh melalui pembelajaran yang terarah dan praktik yang konsisten. Di Indonesia, tantangan terbesar bagi pemula bukan kurangnya materi belajar, melainkan bagaimana menyusun proses belajar agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Pendekatan pembelajaran berbasis praktik industri yang diterapkan oleh BINAR Tech Talent Solutions menunjukkan bagaimana proses belajar dapat diarahkan secara lebih realistis. Melalui studi kasus yang menyerupai kondisi kerja profesional, pembelajaran tidak berhenti pada konsep back end, tetapi juga mencakup pengelolaan server, database, API, dan keamanan sistem dalam satu alur yang utuh.

Dengan pemahaman yang tepat dan jalur belajar yang jelas, proses transisi dari tahap belajar ke dunia kerja sebagai back end developer dapat berjalan lebih efektif dan minim trial and error.

Find Another article

Table of Content
arrow down

Connect With Us Here

Our representative team will contact you soon
BINAR Contribution to SDG’s Impact
Promenade 20, Unit L, Jl. Bangka Raya No.20,

Kec. Mampang Prapatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12720
021 397 11642
info@binar.co.id
Promenade 20, Unit L, Jl. Bangka Raya No.20,

Kec. Mampang Prapatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12720
021 397 11642
© 2016 - 2026, PT. Lentera Bangsa Benderang
Follow us in Social Media
Youtube IconInstagram IconFacebook  IconLinkedIn  Icon
Hi! 👋🏼  
Kamu bisa konsultasi kebutuhanmu di BINAR via WhatsApp ya